BISNIS WARALABA
Dimana sang pemilik merek memberikan haknya kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan nama, merek, sistem, prosedur, manajemen dan cara yang sudah ditentukan sebelumnya dlam jangka waktu dan meliputi area tertentu.
Bisnis usaha waralaba ini berpeluang besar karena modal yang digunakan kecil. Pengusaha juga tidak perlu repot memikirkan barang dagangan serta pemasarannya.
Dasar hukum bisnis waralaba
- KUH perdata pasal 1338 (1), 1233 s/d 1456 KUH perdata "para pihak bebas melakukan apapun selagi tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku yang behubungan dengan syarat sahnya perjanjian"
- KUH Dagang "ketentuan bersifat administratif seperti ketentuan Departemen Perindustrian, perdagangan dan lain-lain"
- UU No.19 (1992) Merek, UU No.6 (1982) Paten, UU No.7 (1987) Hak Cipta "terlibatnya merek dagang dalam suatu bisnis"
- UU penanaman modal asing "pembukaan outlet harus dikonsultasikan kepada ahli hukum penanaman modal
Tipe bisnis waralaba
1. Trade Name Franchising
Franchise memperoleh hak untuk memproduksi
2. Product Distribution Franchising
Franchise memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu
3. Pure Frinchising
Franchise memperoleh hak sepenuhnya: penjualan, peralatan, strategi pemasaran dan lain-lain
Jenis bisnis waralaba
1. Waralaba luar negeri
waralaba dari luar negeri
keunggulannya mekanismenya jelas, merek sudah diterima berbagai dunia
contoh: KFC, Starbucks, Pizza Hut
2. Waralaba dalam negeri
waralaba dari dalam negeri
contoh: primagama, alfamart, roti buana
macam jenis usaha waralaba modal kecil
- CENDOL GADING (modal awal: Rp 3 juta)
- MARTABAK MINI (modal awal: Rp 7 juta)
- ES MIE TELUR CEPLOK (modal awal: Rp 3 juta)
- DONAT BAKAR (modal awal: Rp 7 juta)
- BAKMI GILA (modal awal: Rp 6 juta- 19 juta)
Kelebihan bisnis waralaba
- Wiraswastaan yang baru memulai usaha mendapatkan rencana operasi bisnis yang jelas
- Penerima franchise di berikan nasihat tentang lokasi usaha yang telah ditetapkan
- Mendapatkan bantuan modal
- Profit tinggi karena telah teruji
- Tidak mandiri
- Kreativitas tidak berkembang
- Rentan terhadap perubahan franchisor
- Menjadi independen
CONTOH BISNIS WARALABA
ES MIE TELUR CEPLOK
Harga Jual / cup : Rp 3.000,-
Rata-rata hasil penjualan : 40 cup / hari
Waktu outlet beroperasi dalam 1 bulan : 25 hari
Profit = Rp 3.000.000
Biaya produksi / cup : Rp 2.000,-
Rata-rata hasil penjualan : 40 cup / hari
Waktu outlet beroperasi dalam 1 bulan : 25 hari
Rp 2.000.000
Biaya Produksi
Rp 2.000.000, ( 2.000 x 40 x 25 )
Grand Profit = Rp 3.000.000 - Rp 2.000.000
= Rp 1.000.000
Daftar pustaka
http://mywanner.blogspot.co.id/2016/04/12.html?m=1
http://www.spengetahuan.com/2015/08/pengertian-waralaba-menurut-para-ahli-lengkap.html
http://erakini.com/bisnis-franchise/
http://saatnyasantai.blogspot.co.id/2011/06/es-mie-telor-ceplokunik-menyegarkan.html?m=1
http://www.resep.web.id/bisnis-keuangan/berikut-daftar-50-waralaba-dengan-investasi-terjangkau.htm